FENOMENA…

February 11, 2009

Candi Prambanan

Filed under: Pariwisata

Candi Loro Jonggrang yang sering disebut Candi Prambanan terletak persis di perbatasan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan propinsi Jawa Tengah, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta, atau kurang lebih 53 km sebelah barat Solo.
Komplek percandian Prambanan ini masuk ke dalam 2 wilayah, yakni komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian Timur masuk wilayah Jawa Tengah. Percandian Prambanan berdiri di sebelah timur sungai Opak, kurang lebih 200 m sebelah utara jl. Raya Yogya-Solo.
Candi Prambanan adalah kelompok percandian Hindu yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung, berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M.

Komplek percandian Prambanan terdiri atas latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang makin ke arah dalam makin tinggi letaknya. Berturut-turut letaknya: 390 meter persegi, 222 meter persegi, dan 110 meter persegi. Latar bawah tak berisi apa pun. Di dalam latar tengah terdapat reruntuhan candi-candi Perwara.
Apabila seluruhnya telah selesai dipugar, maka akan ada 224 buah candi yang ukurannya semua sama, yaitu luas dasar 6 meter persegi dan tingginya 14 meter. Latar pusat adalah latar terpenting, di atasnya berdiri 16 buah candi besar dan kecil. Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu, dan Candi Brahma. Deret kedua, Candi Nandi, Candi Angsa, dan Candi Garuda. Pada ujung-ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi tersebut terdapat Candi Apit. Delapan candi lainnya lebih kecil. Empat di antaranya Candi Kelir, dan empat lainnya disebut Candi Sudut. Secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi.

Disarikan dari berbagai sumber.

February 3, 2009

Gua Jatijajar

Filed under: Pariwisata

Gua Jatijajar adalah gua alam kapur yang sangat tua, terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Dati II Kebumen.
Gua ini terbentuk dari batu kapur dan ditemukan oleh Djajamenawi, seorang petani yang memiliki tanah di atas gua tersebut pada 1802. Ia terjatuh ke suatu lubang, ternyata lubang itu adalah lubang ventilasi dari langit-langit gua tersebut. Lubang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi lubang 24 meter.

Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat stalagmit dan juga pilar atau tiang kapur, yaitu pertemuan antara stalaktit dengan stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Sistem perguaan berkembang pada lapisan batu gamping yang berumur miosen tengah. Di dalam gua dapat dijumpai fosil-fosil seperti Lepidocyclina sumatrensis Brady, L. elegans Tan dan Cycloclypeus annulatus Martin. Fosil-fosil tersebut menunjukkan umur batuan, juga sekaligus mencirikan lingkungan asalnya, yaitu laut dangkal yang mempunyai kedalaman 60 meter. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer