FENOMENA…

July 4, 2009

Saat Proses Kreatifku Berhenti Sampai di Situ

Filed under: Curhat

Ada perasaan bingung ketika menghadapi teman-teman yang hobynya bertanya seperti ini, “Mana karya barunya?” Atau “Ditunggu cerpen barunya!” Atau “Kenapa tak pernah kelihatan lagi karyanya mejeng di majalah?” Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya bingung, karena tak tahu harus menjawab apa. Jangankan mereka, saya pun tak henti-hentinya bertanya pada diri sendiri, kapan ya saya bisa mengawinkan lagi alat tulis dan imajinasiku seperti dulu?
Sebenarnya bila mau jujur, banyak sekali faktor yang menjadi penghambat kreatifitasku itu. Di antaranya adalah konsentrasiku yang terlalu fokus pada kegiatan “main-mainku” di cyber di samping pekerjaan-pekerjaan yang lumayan menyita waktu. Tapi faktor penghambat yang lebih prinsip adalah pemikiranku yang sudah sampai pada level tidak puas dengan karya yang ada. Ini berkaitan erat dengan hobyku membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer serta karya-karya sastrawan Sunda yang bernama besar. “Menggauli” karya-karya mereka ternyata ada dampaknya juga, saya jadi merasa ciut dan rendah diri. Apalah artinya karya yang telah saya tulis dibandingkan dengan karya-karya masterpiece mereka. Setelah itu timbullah dalam diriku sifat tak percaya diri. Setiap draft tulisan yang kugoreskan akhir-akhir ini selalu kelihatan buruk di mataku, tak berbobot, dan serasa melihat makanan yang bernama kerupuk, ringan tanpa beban, sekali kunyah bisa pudar oleh air liur dan langsung tertelan. Sedangkan obsesiku adalah: tanganku sendiri harus menghasilkan tulisan-tulisan bertema besar dan berat, atau paling tidak bisa memberi pencerahan kepada setiap orang yang membacanya. (more…)

March 9, 2009

Pada Hari Itu …

Filed under: Curhat

Selasa, 3 Maret 2009. Bisa dipastikan keadaan hati dan pikiranku sangat mirip dengan keadaan hati dan pikiran suamiku. Gejolak rasa gelisah sangat mengganggu jiwa kami pada saat ini. Sebab nanti, beberapa jam lagi suami akan menjalani operasi, operasi batu di dalam empedu.
Dalam suasana ketidak tenangan kalbu itu kulirik dia yang berada di sebelahku. Wajahnya terlihat tegang. Mulutnya sudah sejak tadi pagi mengunyah do’a. Sebentar-sebentar kepalanya mendongak atau menengok ke arah pintu keluar, menunggu dengan harap-harap cemas seorang perawat menjemputnya. Ternyata kegelisahan cukup lama juga menyiksa batin kami berdua. Dengan begitu aku dan suami mencoba keluar dari kamar untuk sekedar menghirup udara segar, mengurangi kecepatan tidak normal irama jantung kami yang selalu berdebar-debar. (more…)

February 28, 2009

Bulan Kesedihan

Filed under: Curhat

Bulan Februari tahun ini adalah bulan kesedihan untuk keluargaku. Bagaimana tidak, di bulan ini suamiku harus berlama-lama menginap di sebuah rumah sakit. Dia menderita sakit yang sangat hebat di bagian perut sebelah kiri.
Ketika suatu malam dengan tiba-tiba penyakit suami kambuh, dia mengerang kesakitan seperti tak tertahankan. Saya panik. Kemudian pada dini hari, Selasa 17 Februari, ditemani anakku yang nomer dua, saya mengantarnya ke bagian gawat darurat rumah sakit Dustira Cimahi. Akhirnya dengan pemberian obat yang terus menerus berupa infus dan obat-obatan yang ditelan, penderitaannya bisa dikurangi sedikit demi sedikit. Permintaanku pada dokter yang memeriksanya waktu itu, lebih baik suamiku menjalani rawat inap saja.

Dia ditempatkan di paviliun Mawar. Cukup nyaman untuk seseorang yang tengah menjalani perawatan intensif. Jendela di kamar ini bisa dibuka lebar-lebar dan menghadap ke jalan raya yang jaraknya terhalang oleh taman dan tempat parkir. Udara segar dan sinar mentari selalu menyapa kami dengan sangat ramah, apalagi di pagi hari. (more…)

November 3, 2008

Saya yang Berubah

Filed under: Curhat

Rutinitas keseharianku jadi berbeda, ketika pada suatu hari, Senin 13 Oktober 2008 saya memutuskan menjadi biker untuk jarak tempuh 12 km sekali jalan, antara rumah yang terletak di Cimahi Utara dan sekolah di Cimahi Selatan. Mulai saat itu saya tidak lagi menjadi penumpang setia mobil suami. Dan memang saya harus mandiri bila hendak bepergian, tidak bergantung padanya lagi, hingga tidak saling menunggu yang berarti saling menghambat untuk segera pergi ke tempat kerja.
Tapi dengan keputusan itu pola dan gaya hidupku sehari-hari banyak yang berubah. Perubahan yang signifikan terjadi pada acara rutinku di siang hari, pada saat saya selesai mengajar. Dulu, sebelum jadi biker, ketika selesai mengerjakan tugas pokok, banyak kegiatan tambahan (bukan tugas utama) yang saya kerjakan di luar rumah, terutama yang berhubungan dengan internet. Selesai solat duhur, sebagai seorang cybermania saya blogging dulu sambil browsing dan chatting. Bila jaringan internet di sekolah ada gangguan atau komputer-komputer di ruang guru sedang asyik digunakan teman-teman, saya pergi ke warnet. Di tempat ini biasanya saya menghabiskan waktu kurang lebih 2-3 jam. Pulang dari warnet singgah dulu ke warung nasi, biar tidak usah repot-repot masak bila telah sampai di rumah, sebab di hari menjelang sore itu sangat terasa badan ini sudah begitu lelah. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer