FENOMENA…

April 27, 2009

Delman Domba

Filed under: Sisi Lain

Oleh Popon Saadah

Ketika mengunjungi pasar kaget Pemkot Cimahi pada hari Minggu, saya tertarik dengan satu kendaraan unik yaitu delman domba. Sungguh di luar kebiasaan. “Profesi” yang biasanya dijalani oleh binatang yang bernama kuda, kali ini dilakukan oleh seekor domba. Tapi bukan berarti para kuda pensiun dari tugasnya, sebab delman yang ditarik kuda pun di pasar ini masih cukup banyak. Ternyata delman domba di pasar kaget ini hanya ada satu, yaitu delman domba milik Pak Junaedi (60), penduduk Jalan Ciawi Tali, Citeureup, Cimahi Utara. Lalu saya mengajaknya berbincang-bincang di saat dia sedang beristirahat sambil menunggu muatan.


Dari percakapan inilah saya tahu bahwa pekerjaan yang sudah 6 bulan digelutinya itu bermula dari ide anaknya yang sudah lama menganggur dan ingin mencari penghasilan seperti yang dia lihat di televisi. Dalam tayangan sebuah satasiun TV, anaknya melihat delman domba yang sudah biasa disewakan oleh pemiliknya kepada warga di daerah Ciamis. Kemudian bapak dan anak itu berunding untuk membuat delman domba seperti yang dilihatnya di daerah Ciamis untuk disewakan pula.
Hanya tentu saja binatang ternak jenis domba tidak setangguh kuda. Binatang ini tidak mungkin kuat menahan beban muatan orang dewasa. Oleh karena itu delman domba hanya diperuntukkan bagi penumpang yang termasuk kategori anak-anak, dengan jumlah penumpang maksimal 6 orang sekali jalan. Yang menjadi kusirnya pun salah seorang dari anak-anak yang menjadi penumpangnya. Pak Junaedi yang kadang-kadang digantikan oleh anaknya hanyalah sebagai pendamping delman, dengan menuntun dombanya selama di perjalanan. Lama waktu beroperasinya juga sangat terbatas. Dombanya hanya bisa dipekerjakan selama 1,5 jam perhari dalam jarak tempuh sekitar 50 meter per satu kali jalan. Untuk lebih menarik peminat (anak-anak), Pak Junaedi melengkapi delman dombanya dengan musik dan lagu-lagu khusus untuk anak-anak, yang disetel dari tape recorder.

Di pasar kaget yang hanya berlangsung hari Minggu saja, Pak Junaedi bisa mendapat uang dari hasil menyewakan delmannya antara Rp. 40.000-50.000,-. Menurutnya jumlah uang yang didapatnya tersebut dirasa cukup, sebab biaya mengurus ternak piaraannya itu pun tidak sulit. Dombanya itu setiap hari hanya diberi makan singkong yang sudah dirajang.
Pekerjaannya sebagai penyewa delman domba ini hanya dijalani pada waktu-waktu senggang. Sedangkan pekerjaan pokoknya sehari-hari adalah sebagai buruh bangunan.
Saya sempat bertanya padanya, “Apakah Bapak tidak merasa kasihan melihat domba Bapak yang terlihat berat dan cape pada saat menarik muatan, apalagi harus membawa muatan dengan cara bolak-balik?”
Atas pertanyaan itu dia menjawab, bahwa lebih baik dombanya digunakan untuk menarik delman yang bermuatan anak-anak, dan itu sama artinya dengan mengasuh mereka dari pada dijadikan domba adu. Sebab bila seekor domba jantan seperti kepunyaannya ini dijadikan domba adu, sudah pasti si domba bukan hanya akan mengalami kelelahan, tapi dipastikan juga akan mengalami babak belur sekujur tubuhnya serta luka-luka di kepala dan tanduknya setiap selesai bertarung dengan domba-domba jantan lain yang menjadi lawannya di medan laga.***

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://poponsaadah.blogsome.com/2009/04/27/delman-domba/trackback/

  1. Kreatif, tetapi karena tidak umum jadi janggal dilihat, dan karena domba bertubuh kecl kasihan juga membawa beban berat.
    Sekarang ibu sedang menekuni tulisan bertema wisata ya? :-)

    Comment by gajah_kurus — May 4, 2009 @ 10:05 am

  2. Duka atuh nya duka nuju resep nyerat ngeunaan naon abdi teh. Rupina mah naon bae anu kinten-kinten aya daya tarikna kanggo diposting kana blog

    Comment by pop — May 8, 2009 @ 7:24 am

  3. Liputan yang ok … sesuatu yg pertama kali aku ketahui …
    Eh tapi kasihan si domba, sudah sering diadu .. trus sekarang dijadikan pengganti kuda lagi …
    Wah blog ibu Popon ok banget .. banget .. banget lho .. dua jempol …

    Comment by Subandiyo Diman — June 21, 2009 @ 9:07 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer