Pada Hari Itu …

Selasa, 3 Maret 2009. Bisa dipastikan keadaan hati dan pikiranku sangat mirip dengan keadaan hati dan pikiran suamiku. Gejolak rasa gelisah sangat mengganggu jiwa kami pada saat ini. Sebab nanti, beberapa jam lagi suami akan menjalani operasi, operasi batu di dalam empedu.
Dalam suasana ketidak tenangan kalbu itu kulirik dia yang berada di sebelahku. Wajahnya terlihat tegang. Mulutnya sudah sejak tadi pagi mengunyah do’a. Sebentar-sebentar kepalanya mendongak atau menengok ke arah pintu keluar, menunggu dengan harap-harap cemas seorang perawat menjemputnya. Ternyata kegelisahan cukup lama juga menyiksa batin kami berdua. Dengan begitu aku dan suami mencoba keluar dari kamar untuk sekedar menghirup udara segar, mengurangi kecepatan tidak normal irama jantung kami yang selalu berdebar-debar. (more…)
***
