<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Anakku</title>
	<link>http://poponsaadah.blogsome.com/2009/01/22/anakku/</link>
	<description>popon saadah</description>
	<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 04:01:33 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: pop</title>
		<link>http://poponsaadah.blogsome.com/2009/01/22/anakku/#comment-291</link>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 04:50:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://poponsaadah.blogsome.com/2009/01/22/anakku/#comment-291</guid>
					<description>Terima kasih atas masukannya Yoes. Ilmu saya jadi bertambah mengenai seluk beluk mendidik anak. Jangan bosan berkunjung dan mengomentari gagasan-gagasan saya, biar semangat menulis saya tak sampai padam. Salam kenal juga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Terima kasih atas masukannya Yoes. Ilmu saya jadi bertambah mengenai seluk beluk mendidik anak. Jangan bosan berkunjung dan mengomentari gagasan-gagasan saya, biar semangat menulis saya tak sampai padam. Salam kenal juga.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: yoes</title>
		<link>http://poponsaadah.blogsome.com/2009/01/22/anakku/#comment-290</link>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 09:02:18 +0000</pubDate>
		<guid>http://poponsaadah.blogsome.com/2009/01/22/anakku/#comment-290</guid>
					<description>Didik anak gampang-gampang susah. Orang tua juga bagian dari cermin bagi sang anak. Sepengetahuan saya, beberapa Nabi Allah di uji dengan prilaku anak-anaknya. Tidak sedikit Nabi Allah gagal juga didik anak-anaknya. Itu Nabi, apalagi umatnya. Tapi bukan berarti umatnya menjadi pasrah &quot;bongkokan&quot; begitu saja. Menurut saya, kita semua (saya juga) harus belajar dari sejarah bagaimana mendidik anak sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki. Intervensi Ortu sebatas membimbing plus mengarahkan. Saya kira itu wacana normatifnya, selanjutnya terserah kita...saya,...anda dan mungkin semuanya...salam kenal.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Didik anak gampang-gampang susah. Orang tua juga bagian dari cermin bagi sang anak. Sepengetahuan saya, beberapa Nabi Allah di uji dengan prilaku anak-anaknya. Tidak sedikit Nabi Allah gagal juga didik anak-anaknya. Itu Nabi, apalagi umatnya. Tapi bukan berarti umatnya menjadi pasrah &#8220;bongkokan&#8221; begitu saja. Menurut saya, kita semua (saya juga) harus belajar dari sejarah bagaimana mendidik anak sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki. Intervensi Ortu sebatas membimbing plus mengarahkan. Saya kira itu wacana normatifnya, selanjutnya terserah kita&#8230;saya,&#8230;anda dan mungkin semuanya&#8230;salam kenal.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
