FENOMENA…

January 12, 2009

Jodoh

Filed under: Opini Pribadi

Tiba-tiba saja saya ingin membuat tulisan ringan tentang jodoh. Pasalnya, saya mempunyai seorang teman (pria) yang sangat mengharapkan bantuanku mencarikan jodoh untuknya. Setiap kami mempunyai kesempatan berbincang-bincang, selalu terlontar dari mulutnya tentang keinginannya segera mendapatkan pacar (untuk pasangan hidup). Dan dia berharap sayalah mak comblang-nya.
Terlepas dari serius atau cuma sekedar guyonan tentang niat temanku itu, mencarikan jodoh untuk orang lain adalah pekerjaan yang berat, sebab ujung-ujungnya akan berurusan dengan masalah selera dan target yang ingin dicapai oleh si pencari jodoh. Dan jika kebetulan satu hari hubungan mereka (yang berhasil kita jodohkan itu) bermasalah, bisa-bisa kita yang kena getahnya. Orang Sunda bilang, bisa-bisa urang nu katempuhan. Lain lagi ceritanya bila kita mencari pacar atau calon pasangan hidup untuk diri sendiri, cocok tidak cocok di akhir nanti, resikonya ditanggung sendiri.
Jodoh termasuk ketentuan Allah yang dirahasiakan sebelumnya selain kematian, nasib baik dan nasib buruk manusia. Menurut hemat penulis, jodoh merupakan sesuatu yang teramat penting dalam mewarnai sejarah hidup kita. Bila kita segera mendapatkannya, berarti hidup kita akan segera beranjak pula ke babak kehidupan selanjutnya yang sudah dipastikan penuh warna. Dan bila seseorang terlambat mendapatkannya, atau jodohnya itu putus di tengah jalan, alamat akan merasakan kegelisahan yang panjang.
Tapi itulah hidup, dan kegelisahan adalah bagian dari seninya hidup. Sebagai mahluk sempurna dan mulia karena dianugerahi akal budi, sudah selayaknya manusia mampu menghadapi berbagai persoalan di dunia ini, termasuk persoalan jodoh. Dengan begitu urusan jodohpun sejatinya tidak dijadikan persoalan yang teramat rumit. Berusaha adalah kuncinya. Cuma ya itu tadi, akan beda ceritanya antara berusaha sendiri dengan diusahakan oleh orang lain.
Lalu akan timbul pertanyaan: lebih baik yang mana, mencari jodoh sendiri atau dicarikan oleh orang lain? Itu pun tak ada ketentuannya. Banyak sudah pasangan yang sukses menuju pelaminan karena dijodohkan. Bahkan kehidupan rumah tangga mereka langgeng sampai beranak, bercucu, dan bercicit. Tak jarang pula orang berjodoh dengan pendamping hidup pilihan sendiri, tapi hanya bertahan seumur jagung. Kesimpulannya, awet tidaknya sebuah bahtera rumah tangga, tidak ditentukan oleh proses awal pertemuan kedua pasangan. Mungkin yang lebih penting adalah proses setelah terjadinya pertemuan. Bagaimana caranya pasangan tersebut sampai bisa memaknai hakikat berumahtangga.
Saya dan suami termasuk pasangan yang dijodohkan oleh teman. Dan alhamdulillah sampai hari ini kami masih berada dalam satu visi, satu misi dan…satu tempat tidur :) .
Cuma, jujur saja, sampai kapanpun saya tak akan pernah sanggup mencarikan calon pasangan hidup untuk temanku itu maupun teman-teman yang lain. Bagaimanapun keukeuh-nya dia setiap hari menagih terus menerus. Bukannya saya tidak mau menolong sahabat, bukan tidak mau membantu orang yang lagi kesusahan, juga bukan karena tidak punya stock teman (ada juga sih beberapa teman wanitaku yang masih single), tapi ini masalah hidup seorang manusia. Saya katakan sekali lagi, itu tugas berat!
Saya menyarankan padanya untuk mencari sendiri atau meminta bantuan pada teman yang lain, atau kalau perlu memanfaatkan jasa biro jodoh yang tersebar di setiap kota dan media massa. Bila saya sudah bilang begitu, dia terdiam, sepertinya merasa kesal.
Dilihat secara sepintas, tak pantaslah dia meminta bantuan padaku atau pada orang lain dalam hal perjodohannya. Kepribadiannya terkesan supel, senang bergaul, berwawasan luas, rendah hati dan sopan. Bila berbicara selalu disertai tertawa berderai, tidak lupa diselingi canda dan kelakar yang khas miliknya. Dia memang humoris. Saya jadi heran, masa selama ini tak ada perempuan (salah satu dari temannya) yang nyangkut satupun di hatinya?
Tapi jika dipikir-pikir, memang akan susah juga mencari wanita yang tepat untuknya, sebab dia mempunyai hoby berkelana menjelajahi hutan-hutan, meneliti berbagai hewan liar untuk keperluan ilmu pengetahuan dan kelestariaan dunia fauna. Wanita itu harus mengerti betul kepribadiannya, terutama profesinya dan kegemarannya berkelana, yang artinya si pria ini suka berpindah-pindah tempat tinggal. Oleh karena itu calon pendampingnya pun harus wanita yang satu hoby dengannya, harus yang senang juga berpetualang.
Lalu iseng-iseng saya bertanya padanya, “Emang kriteria calon istri yang ditargetkan Abang itu yang gimana?”
Jawabnya, “Ya kalo bisa yang cantik, pintar, dan lemah lembut.”
Mengetahui jawabannya seperti itu saya sempat heran, kenapa dia tidak memasukan wanita yang solehah pada kriteria yang diinginkannya? Mungkin menurutnya, yang satu itu akan lebih sulit lagi mencarinya.
Lalu dia bicara lagi, “Kalo kamu sudah nemu, cepat hubungi aku ya!”
Walah Si Abang ini, memesan wanita untuk pendamping hidup kok kaya pesan pisan goreng saja!

6 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://poponsaadah.blogsome.com/2009/01/12/jodoh/trackback/

  1. Kalau pisang goreng mah di saya juga banyak tu … ;) )

    Comment by Tibelat — January 12, 2009 @ 7:52 am

  2. Sok atuh seueur mah pisang gorengna kintunkeun ka Citeureup, Kang.

    Comment by pop — January 13, 2009 @ 11:56 pm

  3. tulisan yg bagus bro.. salam kenal ya… kujungan perdana nih…

    Comment by Sang Penyamun 160109 — January 16, 2009 @ 5:03 am

  4. Terima kasih, salam kenal juga. Sering-sering aja mampirnya, OK?

    Comment by pop — January 20, 2009 @ 11:45 pm

  5. teman ibu popon teh tarzan nya, koq senengnya ngeluyur di hutan sih,…

    Comment by Rizky achmad Nugraha — February 13, 2009 @ 9:01 am

  6. Dia bukan tarsan, tapi keponakannya tarzan :)

    Comment by pop — February 14, 2009 @ 12:53 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer