FENOMENA…

January 22, 2009

Anakku

Filed under: Profil Sahabat

Negara sedang mengalami awal krisis moneter, ketika saya harus mengandung janinnya. Kemudian dia lahir bersamaan dengan reformasi, tahun 1998.
Ketika usia kandunganku menginjak bulan ke sepuluh, tepat saat berkumandang adzan subuh, dia hadir ke pangkuanku dengan berat bersih 4 kg. Cukup sulit untuk mengeluarkannya dari rahimku, sebab si janin sudah berubah menjadi bayi yang lumayan besar. Bila proses persalinan ini berlangsung di rumah sakit, ada kemungkinan saya harus menjalani operasi cessar. Tapi karena saya memilih tempat bersalin di bidan, upaya yang dilakukan oleh kami diusahakan sealamiah mungkin. Dan saya berharap ini adalah persalinan yang terakhir. Saya rasa cukuplah dua kali saja saya merasakan begitu susah payahnya melahirkan itu.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, hingga tahun demi tahun, saya lalui dengan bahagia karena kehadirannya. Tak terasa sekarang Si Bungsu sudah kelas 5 SD. Entah karena dia anak yang lahir paling akhir, entah karena orang tuanya secara sadar dan tidak sadar memperlakukannya sedemikian rupa, hingga dia banyak bergantung pada ibu dan ayahnya. Dia tak biasa ditinggal pergi lama-lama, serta kurang mandiri. Dan entah kenapa menghadapi si kecil ini hati saya dan suami sering luluh, tak bisa tegas-tegasan dalam mendidiknya.



(more…)

January 12, 2009

Jodoh

Filed under: Opini Pribadi

Tiba-tiba saja saya ingin membuat tulisan ringan tentang jodoh. Pasalnya, saya mempunyai seorang teman (pria) yang sangat mengharapkan bantuanku mencarikan jodoh untuknya. Setiap kami mempunyai kesempatan berbincang-bincang, selalu terlontar dari mulutnya tentang keinginannya segera mendapatkan pacar (untuk pasangan hidup). Dan dia berharap sayalah mak comblang-nya.
Terlepas dari serius atau cuma sekedar guyonan tentang niat temanku itu, mencarikan jodoh untuk orang lain adalah pekerjaan yang berat, sebab ujung-ujungnya akan berurusan dengan masalah selera dan target yang ingin dicapai oleh si pencari jodoh. Dan jika kebetulan satu hari hubungan mereka (yang berhasil kita jodohkan itu) bermasalah, bisa-bisa kita yang kena getahnya. Orang Sunda bilang, bisa-bisa urang nu katempuhan. Lain lagi ceritanya bila kita mencari pacar atau calon pasangan hidup untuk diri sendiri, cocok tidak cocok di akhir nanti, resikonya ditanggung sendiri.
Jodoh termasuk ketentuan Allah yang dirahasiakan sebelumnya selain kematian, nasib baik dan nasib buruk manusia. Menurut hemat penulis, jodoh merupakan sesuatu yang teramat penting dalam mewarnai sejarah hidup kita. Bila kita segera mendapatkannya, berarti hidup kita akan segera beranjak pula ke babak kehidupan selanjutnya yang sudah dipastikan penuh warna. Dan bila seseorang terlambat mendapatkannya, atau jodohnya itu putus di tengah jalan, alamat akan merasakan kegelisahan yang panjang. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer