Saya yang Berubah

Rutinitas keseharianku jadi berbeda, ketika pada suatu hari, Senin 13 Oktober 2008 saya memutuskan menjadi biker untuk jarak tempuh 12 km sekali jalan, antara rumah yang terletak di Cimahi Utara dan sekolah di Cimahi Selatan. Mulai saat itu saya tidak lagi menjadi penumpang setia mobil suami. Dan memang saya harus mandiri bila hendak bepergian, tidak bergantung padanya lagi, hingga tidak saling menunggu yang berarti saling menghambat untuk segera pergi ke tempat kerja.
Tapi dengan keputusan itu pola dan gaya hidupku sehari-hari banyak yang berubah. Perubahan yang signifikan terjadi pada acara rutinku di siang hari, pada saat saya selesai mengajar. Dulu, sebelum jadi biker, ketika selesai mengerjakan tugas pokok, banyak kegiatan tambahan (bukan tugas utama) yang saya kerjakan di luar rumah, terutama yang berhubungan dengan internet. Selesai solat duhur, sebagai seorang cybermania saya blogging dulu sambil browsing dan chatting. Bila jaringan internet di sekolah ada gangguan atau komputer-komputer di ruang guru sedang asyik digunakan teman-teman, saya pergi ke warnet. Di tempat ini biasanya saya menghabiskan waktu kurang lebih 2-3 jam. Pulang dari warnet singgah dulu ke warung nasi, biar tidak usah repot-repot masak bila telah sampai di rumah, sebab di hari menjelang sore itu sangat terasa badan ini sudah begitu lelah.
Sekarang, acaraku di siang hari tidak seperti itu lagi. Karena saya seorang biker pemula, saya harus ekstra hati-hati dalam menempuh perjalanan rumah-sekolah dan sekolah-rumah. Untuk itu saya harus jeli memilih, rute jalan mana yang kira-kira nyaman dilewati, dan kapan waktunya jalan raya tidak dipenuhi kendaraan bermotor. Kendaraan yang biasanya paling sering menghalangi dan merintangi lajunya “kudaku” adalah jenis sepeda, delman, beca dan angkot. Sedangkan mobil pribadi dan sesama sepeda motor tak pernah bikin masalah, seakan-akan sudah terjadi kesepakatan antara pengemudi untuk saling menghargai, salah satu contohnya dengan segera memberikan jalan pada kita untuk menyebrang bila kita memberi isyarat dengan lampu sent. Dan hari Jum’at adalah hari yang menyenangkan, sebab sepulang saya dari sekolah jalanan di mana-mana sepi, karena para pengendara mobil dan biker lain sebagian besar sedang melaksanakan solat Jum’at.
Untuk sementara waktu, saya tak pernah berniat pergi ke tempat lain selain rumah-sekolah, sekolah-rumah itu. Selesai mengajar saya harus cepat-cepat pulang, apalagi bila terlihat langit Cijerah dan Cimahi terlihat mendung.. Bila tidak bergegas untuk pulang, jangan-jangan saya tidak pernah sampai di rumah. Tak ada lagi acara singgah dulu ke warnet, tak ada lagi acara berkunjung ke warung nasi. Tak ada niatan untuk pergi ke suatu tempat menggunakan sepeda motor seorang diri.
Apalagi letak semua warnet dan warung nasi itu bila dari arah sekolah posisinya berada di sebelah kanan jalan. Itu artinya saya harus menyebrang, lalu memarkir sepeda motor. Dua hal yang enggan saya lakukan untuk saat ini, sebab di siang hari menjelang sore, jalanan sepanjang Cijerah terus sampai ke Cimahi lalu lintas kendaraan semakin ramai. Untukku sampai hari ini, menyebrang di tempat ramai adalah pekerjaan tersulit. Akhirnya setiap hari saya pulang ke rumah lebih awal dari biasanya.
Pukul 1.30 saya sudah sampai di rumah (tentu saja dengan selamat). Setelah solat dan istirahat beberapa menit, saya bersiap-siap untuk terjun ke dapur, mengolah bahan-bahan yang ada di dalam lemari es menjadi masakan yang siap disantap. Masakan khas favorit keluarga yang biasanya hanya muncul pada saat libur, sekarang bisa hadir di meja makan setiap hari secara bergantian, seperti tumis kangkung, tumis tahu tauge, tumis soun campur, tahu sosin, oseng waluh, mie goreng, bihun goreng, ulukutek leunca, karedok kacang panjang, oseng jamur, goreng tahu dan tempe, goreng ikan asin, ayam goreng, udang goreng, perkedel jagung, sayur kacang dan sayur sop, dan lain-lain. Melihat saya sibuk di dapur dan mengenakan celemek, anak laki-lakiku yang nomor dua sempat berkomentar sambil berkelakar, “Wah sekarang di rumaku ada Bu Siska baru nih.” (Bu Siska itu ahli masak yang terkenal sebagai pembawa acara kuliner di salah satu stasiun televisi).
Kata salah seorang sahabat dekat, saya lebih baik seperti itu, memasak sendiri untuk keluarga, itu berarti saya menjadi seorang perempuan yang perempuan. Mungkin maksudnya, sebagai seorang perempuan, sudah seharusnya saya melakukan semua itu. Dia memberikan spirit seperti itu karena dia tahu betul sebenarnya saya tidak hobby masak.

Perubahan pola hidup keseharian saya ini ternyata banyak manfaatnya. Dengan mengolah makanan sendiri uang belanja jadi hemat. Waktu luangku kini banyak diisi dengan kegiatan di dalam rumah. Uang transport pun jadi lebih irit, dengan diisi bensin seharga Rp. 10.000,- sepeda motorku itu bisa kuat dan tahan berlari sampai tiga hari.
Dengan perubahan seperti itu, otomatis waktuku untuk surfing di dunia cyber jadi berkurang. Sekarang Id female_392001 jarang online di siang hari menjelang sore. Blogging saya lakukan di pagi hari pada saat break dari tugas rutin sekolah, atau saya alihkan pada hari kamis, saat saya bebas tugas, tidak punya jadwal mengajar.
Memang sekarang saya telah berubah.
Tulisan ini adalah paparan dan jawaban untuk teman-teman cyber yang selalu bertanya, “Kenapa female_392001 sekarang jarang online di siang hari menjelang sore? Ya seperti itulah ceritanya…
***

I miss u ………where I can find u……
Comment by seseorang — November 3, 2008 @ 4:47 am
Waaah …ada ibu rumahan baru nih, saya rasa nggak banyak berubah kokj…paling dikit-dikit, yang biasanya mengolah kata-kata di depan kotak 14 inc, sekarang mengolah sayuran menjadi masakan ….yang kalau dilihat dari menunya yang beragam, ternyata ibu jago masak lho….hanya baru disadari aja…he he he
Comment by nia — November 4, 2008 @ 5:33 am
kacian deh loeeee…
Tapi bagus juga lah teh kan sekarang bisa bloging nya lebih asyik lagi alias bloging didapur hehehehe…
Tapi smua perubahan itu ada hikmah yang bisa diambil,,,,
Smoga sukses dan lancar deh…
Comment by Sangiang — November 11, 2008 @ 1:39 am
kangen sekali.pokonya kita jumpa lagi ,kita bernostalgia seperti dulu.
Comment by cintaku — December 3, 2008 @ 12:54 am