FENOMENA…

June 14, 2008

Rumitnya Seorang Isteri, dan Simple-nya Seorang Suami…

Filed under: Sejenak Merenung

Cerita Kiriman Teman

Buku Harian Istri

Minggu Malam - Dia bertingkah aneh. Sebelumnya kami berjanji bertemu di Cafe. Aku shopping seharian dengan teman-teman, sehingga mungkin dia kesal karena aku agak telat sampai di Cafe, tapi dia tak berkomentar.

Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ke tempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak, dia setuju tapi tetap diam dan berjarak. Aku tanyakan apa yang salah - dia jawab, ‘Tak ada’. Aku tanyakan apakah kesalahan ku yang membuatnya kesal. Dia bilang hal ini tak ada kaitannya denganku dan minta aku nggak usah khawatir.

Dalam perjalanan pulang, ku bilang aku mencintainya, dia cuma tersenyum tipis dan tetap menyetir. Aku tak bisa menjelaskan perangainya sore itu. Aku tak habis pikir kenapa dia tak menjawab, ‘aku cinta kamu juga’. Sesampainya dirumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendaki ku lagi. Dia hanya duduk dan nonton depan TV; dia terlihat jauh dan menghilang….
Akhirnya aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar. Aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus ku lakukan. Hidupku serasa kiamat…

Buku Harian Suami

Hari ini MANCHESTER UNITED kalah. SIALAAANN!!!

15 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://poponsaadah.blogsome.com/2008/06/14/rumitnya-seorang-isteri-dan-simple-nya-seorang-suami/trackback/

  1. Itu mah sudah qodrat, mangkanya tugas istri itu mudah ibadah kepada Allah, mengikuti ajaran Rosulallah dan bakti kepada suami itu pasti dijamin masuk surga. Hanya Allah Yang Maha Tau

    Comment by urang ozi — June 15, 2008 @ 7:04 am

  2. Tapi jangan salah, ada juga lho pria yang rumitnya lebih dari wanita.

    Comment by pop_ice — June 17, 2008 @ 12:05 am

  3. katan siapa kalauberbakti ke suami di jamin masuk surga?
    belum tentu?? dan apa jaminanya?…kita ngak ada yang tau .semuanya rahasia Alloh.kalau berbakti kepada Alloh dan mencintai Alloh lebih dari mencintai diri kita..dan menjalankan semua perintahnya…insya Alloh…masuk surga
    yang jelas dalam rumah tangga harus saling menghargai di antara suami istri
    dan ngak ada istilah beda harkat martabatnya..suami harus berbakti ke istri…istri harus berbakti ke suami kang adil kalau gitu.janagnh saling menyingung dalam kata ataupun tingkah laku,supaya dua duanya enak.
    dan semua masalah tidak akan selesai dengan menangis dan dengan emosi.

    Comment by putri — June 17, 2008 @ 8:36 am

  4. katan siapa kalauberbakti ke suami di jamin masuk surga?
    belum tentu?? dan apa jaminanya?…kita ngak ada yang tau .semuanya rahasia Alloh.kalau berbakti kepada Alloh dan mencintai Alloh lebih dari mencintai diri kita..dan menjalankan semua perintahnya…insya Alloh…masuk surga
    yang jelas dalam rumah tangga harus saling menghargai di antara suami istri
    dan ngak ada istilah beda harkat martabatnya..suami harus berbakti ke istri…istri harus berbakti ke suami kangadil kalau gitu.jangan saling menyingung dalam kata ataupun tingkah laku,supaya dua duanya enak.
    dan semua masalah tidak akan selesai dengan menangis dan dengan emosi.

    Comment by putri — June 17, 2008 @ 8:38 am

  5. Neng Putri kan kata saya juga di ahiri dengan kata…Hanya Allah Yang Maha Tau…..sorry deh ….

    Comment by urang ozi — June 17, 2008 @ 10:00 am

  6. Betul..sekali itu…bapak..mah hanya Alloh yang Tahu..
    dan yang jelas kata saya juga ..ari cuma berbakti aja mah ke suami “Tidak dan belum tentu di jamin masuk surga bapak”
    pokonamah istri ke suami mesti berbakti…dan begitu juga suami berbakti ke isstri..jadi sama sama enak..biar awet rumah tangganya..itu aja dulu.

    Comment by putri — June 18, 2008 @ 4:50 am

  7. Yah gimana neng Putri deh saya mah mengalah aja…..salam kenal aja dari saya…bolehkan?

    Comment by urang ozi — June 18, 2008 @ 4:58 am

  8. hihihi…ari akang teh kumaha sih ko ngalah?
    nya atuh wilujeng tepang…pak haji .

    Comment by putri — June 18, 2008 @ 5:02 am

  9. hi akang..
    kalaun saya juga sangat menghargai suami….
    suami di rumah sebagai raja..dan begitu juga suami menggap saya sebagai ratunya..jadi kan sama sama ENAK.
    akang kedah kitun sareng tetehna!

    Comment by putri — June 18, 2008 @ 5:09 am

  10. kadang aku berpikir… enakan hidup sendiri…. karena berkeluarga pun yang konon tadinya dibangun atas nama cinta, akhirnya tak lama kemudian relasi itu berubah menjadi relasi yang sifatnya saling menekan (hehehe jangan salah mengartikan), saling memanfa’atkan, tak ada lagi yang namanya surti, atas nama cinta… melayani suami/istri karena kehendak sendiri dengan penuh ketulusan dan dilakukan dengan perasaan senang dan berbunga-bunga….. bukan karena ingin dibalas, kebaikan dengan kebaikan, perhatian dengan perhatian; akan tetapi murni karena ingin melihat suami/istri kita senang, bahagia…..

    hiks…. hiks…. hiks…. hiks…. hiks….

    Comment by Gibson — June 18, 2008 @ 11:11 am

  11. Atuda kang gibson cinta ala milanium mah sigana kudu ku materi, geuning aya paribasa ada uang abang sayang tak ada uang abang ditendang..tah didiyeu ayana perubahan soal cinta….tapi abdi percanten dari seribu wanita masih aya lah nu mempertahankan cinta tanpa pamrih…..duka leres henteuna mah hapunten pami abdi lepat…hee he he….

    Comment by urang ozi — June 18, 2008 @ 7:29 pm

  12. wah…bro gaya banget cih…
    bro ini pintar dech…..siapa yang ngajari adi nya
    hikssssssss

    Comment by putri — June 24, 2008 @ 5:53 am

  13. lembih baik meluruskan baja yang bengkok, dari pada meluruskan hati wanita…. hati wanita itu sangat lembut namun mudah patah… jadi lelaki (suami) itu tidak bisa menyerdahakan seorang istri. :D

    Comment by awan — July 4, 2008 @ 1:46 am

  14. Ah da ceuk kuring mah, istri harus nurut dan berbakti ama suami. Na rek ka saha deui atuh bakti teh. Kudu dibedakeun hubungan antara manusa jeung manusa dengan Tuhannya.
    Teu bisa diganggu gugat eta mah….

    Sok lah rame.. rame…

    Comment by Reedkoor — July 25, 2008 @ 11:20 pm

  15. hatur nuhun ka para komentator anu parantos kersa nyumbangkeun opinina. Sok atuh teraskeun deui!!

    Comment by pop_ice — July 28, 2008 @ 5:00 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer