FENOMENA…

April 18, 2008

Pertemuan Kita di Dunia Nyata

Filed under: Profil Sahabat

pop & nety pop & nety pop & nety

Kamis, 17 April 2008.

Berawal dari janji kita untuk bertemu di Paris van Java, Jalan Sukajadi, tepat di depan KFC . Yang terbayang dalam benakku sebelum bertemu, postur tubuhmu sama dengan posturku, dan berambut ikal sebagaimana yang tergambar pada pic-pic di MP (Multyply)-mu itu . Ternyata dugaanku meleset. Si Adik yang senang tertawa renyah ini sekarang berambut pendek serta lurus, dan…ber-body sempurna. Tinggi semampai.
Setelah jarak kita begitu dekat, engkau mendekapku penuh rasa rindu, seperti seorang sahabat yang sudah sekian lama tidak bersua. Padahal pertemanan kita boleh dibilang baru, kita bertemu lalu akrab di cyber, dan sebelumnya tak pernah berjumpa. Sebuah persahabatan yang instant. Anehnya, dua kepribadian dan karakter yang berbeda, malah hampir bertolak belakang ini dalam satu hari itu bisa langsung menyatu, seperti gula dan unsur manisnya. Mungkin inilah yang disebut oposisi binner yang harmonis itu.
Di depan restoran yang berjejer dan siap memberikan pelayanan memuaskan, engkau memberi kesempatan padaku untuk memilih hidangan makan siang, “Tétéh, mau pilih hidangan apa? Ala Sunda, Korea, atau Jepang?”
Aku berpikir sejenak. Sebagai seorang yang tak pernah melakukan eksperimen dengan berbagai hidangan mancanegara, aku sempat bingung juga. Ada yang aku takutkan dengan hidangan ala Jepang dan Korea, takut tanganku tak bisa memegang dan menggunakan sumpit. Akhirnya aku pilih nasi goreng saja, biar cocok di lidah dan bisa disantap menggunakan sendok beserta garpunya.
Sambil bersantap siang, kita bebincang ngaler ngidul. Dari percakapan itu terpancarlah kepribadianmu yang mempesona. Di mataku engkau adalah seorang Sunda sejati dengan intonasi kesundaan yang kental. Aku sempat tertawa terpingkal-pingkal saat engkau bercerita sesuatu dengan Sunda ledok-nya. Empat belas tahun hidup di Amerika tak membuatmu berubah segalanya. Pribadimu bak batu karang yang berdiri kokoh mempertahankan jati diri meskipun berbagai ombak dan badai datang menerjang.
Tapi engkau bukan sembarang batu karang. Batu karang yang tengah berada di hadapanku ini sangat rendah hati, peka pula ternyata. Kepekaanmu tergambar ketika bercerita bahwa engkau selalu merasa sedih setiap pulang ke tanah air. Sedih melihat banyak saudara sebangsa yang hidup serba kekurangan.
Keluhanmu yang lain yaitu tentang keaadaan Gedung Rumentangsiang. Engkau terheran-heran melihat gedung kesenian yang kumuh itu. Kenapa gedung-gedung seperti itu, di mana para seniman mewujudkan kekreatifannya luput dari perhatian pemerintah? Tak terurus! “Ngurusin apa aja sih pemerintah Indonesia itu selama ini? Padahal segala macam ada pajaknya, masuk toilet ada pajaknya, parkir kendaraan apa lagi. Harusnya uang pajak-pajak itu digunakan untuk membiayai dan memperbaiki fasilitas umum termasuk gedung kesenian,” katamu. Aku hanya bisa tersenyum pahit mendengar protesmu. Ya, itulah Indonesia!
Setelah puas kita berbincang banyak hal, diteruskan dengan jalan-jalan seharian, menikmati kebersaman di dunia bukan impian. Dan tiba-tiba waktu rasanya berjalan begitu cepat. Engkau harus kembali ke apartemen di Ciumbuleuit, ditemani aku tentunya, karena ada buku dan majalah hadiah darimu yang harus aku ambil saat itu juga.
Seharian bersama engkau adikku, menyisakan begitu banyak kesan, lebih dari sekedar kenangan. Dan seperti dengan sahabat-sahabat yang lainnya, aku selalu berharap pertemuan kita ini akan selalu berulang, berulang dan berulang kembali.

3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://poponsaadah.blogsome.com/2008/04/18/pertemuan-kita-di-dunia-nyata/trackback/

  1. teh….hatur nuhun parantos ngaluangkeun waktos kanggo abdi..hapunten abdi teu nepangan deui ka teteh..ka bujeng uih.
    salam baktos ka kulawargi.
    sono pisan teh.
    baktos
    urang sunda

    Comment by nety martin — May 30, 2008 @ 5:47 am

  2. Teteh oge nuhun kana sanes kanten gift-nya yang sangat berharga itu. Upami mulih deui ka lemah cai, kade hilap ngawartosan. Salam sono ti Teteh sakulawargi special for you…

    Comment by pop_ice — May 30, 2008 @ 6:16 am

  3. ah oleh oleh lumayan teteh kenag kenangan.
    Isya alloh…teteh engkin ku abdi di wartosan…
    abdimah bahagia gaduh eargi enggal.
    oh…kamari teh reni ym.

    sonona
    nety

    Comment by nety martin — May 31, 2008 @ 10:28 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer