Pertemanan Penuh Kesan

Oleh Popon Saadah
Seorang teman adalah rejeki yang sangat berharga bagi kita. Dia sama berharganya dengan benda yang banyak kegunaannya. Keberadaannya membuat kita bisa berbagi rasa, berbagi cerita, dan berbagi materi pula bila kebetulan ada. Apalagi bila si teman tersebut bukan sembarang teman, tapi seseorang yang betul-betul mau mengerti keadaan kita, mau menampung keluh kesah kita, mau memberi saran maupun dukungan moral kepada kita, serta sekali-kali mau melibatkan kita ke dalam salah satu urusannya.
Dan teman seperti itu, sangat sulit dicari. Teman yang betu-betul sesuai dengan karakter maupun keinginan kita merupakan sesuatu yang langka. Yang banyak bertebaran di sekeliling kita teman-teman yang biasanya hanya mau memanfaatkan kita, yang mengajak bersaing, yang usil, yang hanya mau mencemooh kekurangan kita, yang egois, yang munafik (sepertinya baik di depan kita, tapi di belakang dia kasak-kusuk membicarakan keburukan kita), yang pengecut (menikam dari belakang punggung kita), yang memvonis, dsb.
Apakah teman yang kita cari itu laki-laki atau perempuan? Saya kira tentang gender itu tak perlu dipermasalahkan, sebab karakter seseorang yang cocok dengan kepribadian kita tidak ditentukan oleh gender. Tak jarang justru teman yang berbeda genderlah yang lebih memberikan kenyaman dalam menjalani persahabatan. Tapi jangan salah, teman yang berbeda gender pun ada yang menyebalkan. Hal itu biasanya disebabkan oleh perilakunya yang posesif, menganggap diri kita belahan jiwanya, yang harus selalu menuruti apa kata hatinya, yang selalu ingin tahu urusan pribadi kita, yang selalu memata-matai gerak-gerik kita dengan penuh curiga. Bila kita mengalami pertemanan yang demikian, saran saya lebih baik segera akhiri saja persahabatan tersebut, demi menghindari timbulnya sindrom pening tujuh keliling, serta menghindari segala sesuatu yang akhirnya tak menghasilkan apa-apa alias sia-sia.
Idealnya, persahabatan itu mendatangkan hal-hal yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Saling memberi kenyamanan, saling menghargai satu sama lain, saling mengerti akan kepentingan dan keinginan masing-masing. Persahabatan yang kita jalin hendaknya dilandasi oleh keiklasan dan keterbukaan, serta memegang prinsip berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Dan semua itu sejatinya dilandasi pula oleh prinsip tanpa pamrih.
Teman yang penuh dengan sikap dan sifat artifisial akan mendekati dan menawarkan diri menjadi sahabat kita di saat kita sedang diliputi kegembiraan, kesenangan, berlimpah harta, serta bahagia. Teman yang berselimut serba palsu akan lari terbirit-birit ketika kita mendapat masalah, ditimpa musibah, hidup dalam kesusahan dan kekurangan, butuh bantuan dan uluran tangan orang lain. Tapi sahabat sejati, tak terpengaruh oleh peristiwa atau hal-hal yang paradoks seperti itu. Dia teguh dan ajeg dalam posisinya sebagai orang yang kita butuhkan sepanjang zaman.
Sahabat sejati adalah rejeki dari Allah yang tak ternilai harganya. Uang dan harta benda mudah dicari, dan nilainya bervariasi. Uang dan harta benda bisa habis dikonsumsi, bisa rusak ditelan jaman, bisa hilang tak tentu rimbanya. Tapi seorang sahabat, sahabat yang benar-benar memahami kita sampai ke bagian dasar jiwa kita, adalah sebuah kemegahan dan keabadian.
Bila kita sudah menemukan teman yang seiring dan sejalan, alangkah indahnya hidup ini, alangkah luasnya dunia ini, dan alangkah bermaknanya nafas yang kita hirup setiap hari.
Untuk seorang sahabat di suatu tempat: terima kasih foto-fotonya, terima kasih bukunya, terima kasih atas undangannya, dan terima kasih secangkir kopinya
***

Leres pisan, Ceu. Logika nu pangkaraosna, seueur rerencangan mah insya Alloh gampil rejeki.
Comment by Dadan Sutisna — March 14, 2008 @ 2:39 am
Ah, betapa bahagianya bila memiliki sahabat seperti yang di deskripsikan di atas, terbayang hidup akan terasa lebih bermakna, selamat ah buat neng popon yang merasa sangat bahagia dengan persahabatannya, mudah-mudahan akan selalu menjadi jalinan tali silaturahmi yang indah dan islami…he..he..he…
Comment by Kucubung Wungu — March 14, 2008 @ 2:43 am