FENOMENA…

August 11, 2007

Catatan dari Penulis MCBR

Filed under: Info Singkat

popon saadah

MCBR, sebuah cerita bersambung pada blog ini yang rencananya akan dijadikan novel. Cerita ini adalah cerita terpanjang saya yang pertama kali saya tulis dalam bahasa Indonesia. Tujuan saya menulis cerber ini awalnya sederhana saja, yaitu hanya untuk memenuhi pesanan seseorang yang sudah begitu lama ingin menjadi tokoh salah satu cerita yang saya buat.
Pada bagian pertama dan kedua cerber ini saya sebagai pengarangnya masih berada di luar garis cerita, artinya saya menyadari betul bahwa semua yang saya tulis itu hanyalah fiksi atau rekaan belaka. Tapi ketika saya melanjutkan menulisnya sampai pada bagian ke-8, terasa hati dan pikiran saya ikut hanyut di dalamnya. Semua itu terjadi barangkali dikarenakan saya terlalu konsentrasi pada suasana, atmosfir, serta karakter para pelakunya. Seperti misalnya ketika tokoh utama mengalami kesedihan yang dalam, saya pun mengalami perasaan yang sama ketika sedang menuliskannya. Mungkin bagi pembaca, hal itu bisa jadi sangat berlebihan, tapi seperti itulah sesungguhnya yang saya rasakan.
Pada saat ini pun saya sedang bingung, tokoh utama yang bernama Anis atau Nice itu harus memilih siapa untuk dijadikan pendamping hidupnya? Padahal Anis atau Nice itu bukanlah saya. Bagaimana tidak bingung, bila Nice memilih Fauzi, pasti Dzulfikar sakit hati. Dan bila Anis memilih Dzulfikar, jelas-jelas Fauzilah yang akan prustasi. Kok bisa? Bukankah tokoh-tokoh itu hanyalah tokoh-tokoh imajiner? Tidak. Mereka (Uzi dan Zul) bukan tokoh imajiner, tapi keduanya benar-benar ada dalam kehidupan nyata, bungkeuleukan kata orang Sunda. Jika Uzi dan Zul bungkeuleukan, apa Nice atau Anis juga nyata? Meskipun saya pengarangnya, saya tak bisa menjelaskannya. Masalah nyata tidaknya seorang Nice, baik tanyakan saja pada sosok bungkeuleukan Uzi atau Zul :) .

10 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://poponsaadah.blogsome.com/2007/08/11/catatan-dari-penulis-mcbr/trackback/

  1. Aduh bagus sekali ceritanya. Menurut saya kalau pengarang sayang sama kedua2nya
    zul dan fauzi, sudah saja Anis atau Nice, disuruh bertemu dengan seseorang yg lain untuk
    dijadikan pendampingnya, biar Zul dan Uzi tidak merasa disakiti…. Tapi nanti keduanya akan
    patah hati yah?….Ah yah bagaimana pengarang saja deh… saya sih hanya sebagai pembaca….

    Comment by Zakaria — August 12, 2007 @ 5:14 am

  2. mudah2an novel nya bukan hanya sebuah rencana ya bunda…

    Comment by ulie — August 12, 2007 @ 9:03 am

  3. Yah kalau menurut yousef sih, kembalikan aja ke kehidupan mereka masing2 di alam nyata
    Nice bertemu dgn seorang pria yg jadi suaminya sekarang, Zul di temukan dgn istrinya
    sebagai pengganti ibu anak2nya, dan fauzi kembali ke negaranya dan melanjutkan hobbynya melanglang buana di di dunya mayanya sampai dia bertemu dengan seorang pengarang….
    Silly idea, isnt it?…he he he..

    Comment by Yousef — August 12, 2007 @ 8:20 pm

  4. Terima kasih kepada semua yang telah memberi komentar pada catatan saya ini.
    Kehadiran Anda semakin membuat saya bergairah dalam menulis. Jangan pernah bosan
    mengapresiasi karya saya selanjutnya. Salam persaudaraan dari Cimahi.

    Comment by pop_ice — August 13, 2007 @ 2:09 am

  5. Wah saya ketinggalan ngasih comentar, menurut saya mah lah itu mah bagaimana pengarang
    aja untuk mereka2 ceritanya kan itu mah pekerjaan pengarang. tapi ada sedikit seitujunya
    dgn pendapatnya Yousef….Keep writing dear…….look a lot of people interested to read your
    story…Good luck …..

    Comment by Fz — August 13, 2007 @ 10:51 pm

  6. Bungkeuleukanna Fauzi mah sigana mirip Richard Gere … ari Dzulfikar mirip Charles Bronson …mun dihijikeun duanana bareng tepung…silent pastina ge…duanana make elmu sniper tah ;) )

    Comment by Anonymous — August 18, 2007 @ 2:34 am

  7. Lamun dijieun film…karunya tah aktor nu merankeun Dzulfikar…hese maenkeun peranan manehna…tiis pisan jelemana nya :) )

    Comment by Tibelat — August 18, 2007 @ 2:41 am

  8. Tibelat puguh babari merankeun dzulfikar mah…uwa oge bisa lah…….da teu kudu loba nyarios meureun
    cicing wae……..ngabetem…..he he he he….Kamana wae tara katingal online.?

    Comment by Uwa — August 18, 2007 @ 4:22 am

  9. Teranglah, komentar ti tibelat mah eta teh meunang mikir sapeupeuting. Da cenah leuwih
    hese keneh ngomentaran tibatan manggulan batu ti Cimahi ka Soreang. Tapi…nuhun we lah
    uyuhan tiasa sakitu oge. Sakapeung mah kedah diolo heula hayang sina ngetik dina blog nu
    ieu teh :)

    Comment by pop_ice — August 18, 2007 @ 12:09 pm

  10. Puguh peran nu kitu teh matak hese neuleumanna wa… ;) )

    Comment by Tibelat — August 20, 2007 @ 5:28 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer