10 Sopan Santun Berkomunikasi melalui E-mail
Gambar: www.washington.com
Oleh Nur GD
1. Reformat atau benahi “forwards” Anda
Jika suatu pesan dianggap penting untuk di-forward kepada pihak lain, sempatkan untuk menghapus tanda yang biasanya muncul, seperti tanda “>” atau lainnya. Jika suatu pesan di-fordward masih dalam kondisi “belepotan” karena dipenuhi tanda-tanda tersebut, si penerima pesan bisa mengira Anda sebagai orang yang malas dan kurang menghargai orang lain.
2. Ubah “subject” atau judul e-mail jika topik berubah
Sering terjadi, setelah beberapa kali sering bertukar e-mail, topik pembicaraan berubah dari aslinya, sementara subject atau judul e-mail belum juga diganti. Akan lebih mudah untuk melacak e-mail yang masuk bila subject diubah atau disesuaikan sehingga dapat mencerminkan isi e-mail yang sedang Anda tulis.
3. Hapuslah pesan sebelumnya saat Anda membalas e-mail (reply)
Beberapa program e-mail secara otomatis memunculkan isi e-mail yang terdahulu bila Anda sedang membalas/me-reply. Akibatnya, saat Anda melakukan reply atau membalas e-mail, pesan tersebut ikut terbawa dan begitu seterusnya. Anda harus menghapus seluruh pesan yang masuk kecuali yang benar-benar dianggap perlu.
4. Tahan dan jangan teruskan surat berantai
Tentu Anda akan merasa terganggu dan jengkel ketika seseorang (entah teman atau orang yang tak dikenal) tiba-tiba mengirim Anda sebuah e-mail berisi kisah-kisah inspiratif atau humor, lalu meminta Anda segera meneruskan e-mail kepada 10 teman Anda atau sesuatu yang mengerikan akan menimpa Anda jika pesan itu tidak dikirimkan. Jika Anda saja sudah merasa kesal dan terganggu, tidak ada alasan bagi Anda untuk meneruskan mengirim pesan tersebut kepada teman-teman Anda karena mereka dipastikan akan terganggu dan kesal juga. Jadi, hapus saja pesan tersebut.
5. Hormati “privacy” orang lain
Alamat e-mail termasuk dalam wilayah privacy orang. Bila Anda mengirim e-mail yang sama ke beberapa orang sekaligus, sementara mereka satu sama lain tidak saling mengenal, dianjurkan menggunakan “bbc” atau blind carbon copy agar alamat-alamat e-mail mereka tidak saling diketahui. Bila Anda mengabaikan saran ini, bersiap-siaplah Anda kena komplain saat mereka menerima spam.
6. Jangan kirim “spam”
Bisa jadi, Anda memang tidak sengaja melakukan spam. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa jika mereka menggunakan alamat-alamat e-mail yang mereka dapat dari forwarder e-mail, kemudian menggunakannya tanpa permisi, ini sudah termasuk kategori spam. Jika Anda lakukan ini dan pemilik e-mail (yang mendapat kiriman spam) melaporkannya kepada administrasi, Anda bisa kehilangan hak istimewa.
7. Jangan berteriak-teriak
Seperti halnya dalam dunia nyata, dunia maya juga mengenal “teriakan” meski dengan cara berbeda. Menulis dengan huruf besar semua (mengaktifkan tombol caploks) dapat diartikan sebagai teriakan dan kemarahan di dunia maya. Jika ini dilakukan, orang bisa saja menganggap Anda sebagi pengguna internet yang tak memiliki sopan santun sama sekali.
8. Jangan mudah “terbakar” dan overreaksi.
Saat menulis untuk merespons suatu e-mail yang membuat kita marah, kita punya waktu untuk mempertimbangkan kata-kata yang harus kita pilih, termasuk berbagai hal yang harus disampaikan. Kelebihan e-mail dalam hal kecepatan menyampaikan pesan, sebenarnya juga perangkap bagi kita. Oleh karena itu, jika Anda tengah dilanda amarah dan emosi yang kuat, lalu menulis surat balasan dengan cara yang emosional, sebaiknya jangan buru-buru Anda kirim e-mail tersebut. Tahan dan simpanlah e-mail tersebut dalam draft file dan biarkan minimal satu hari. Banyak persahabatan yang rusak hanya gara-gara sikap tergesa-gesa dan kurang bijaksana dalam menghadapi suatu e-mail.
9. Bersabarlah saat menunggu “reply”
Anda harus menyadari dan menerima kenyataan, bahwa orang tidak hanya hidup dengan internet sehingga ketika mereka menerima kiriman e-mail Anda, tidak segera membalasnya. Banyak orang yang mengecek e-mail mereka hanya seminggu sekali. Jadilah orang yang sabar menunggu reply karena inilah realitas.
10. Pahamilah bahwa tidak semua orang senang menerima segala yang anda anggap lucu.Jangan terus menerus mengirimkan sesuatu pada mereka yang tidak pernah membalasnya meskipun dengan ucapan terima kasih. Jangan lupa luangkan waktu juga untuk memikirkan apa yang kita forward dan kepada siapa kita mem-forward suatu e-mail. Tidak semua orang setuju atau suka dengan materi yang kita forward-kan. Untuk orang-orang tertentu, subjek yang kita anggap lucu dan menarik atau ringan, bisa jadi sangat sensitif dan serius.
(Dikutip dari “Pikiran Rakyat”, 7 Juni 2007)
***

saya termasuk nggak yah dengan katagori yang tercantum dalam artikel ini,,,,,,,,,he he he…
kayanya sih nggak yah………….ah emangnya gue pikirin,,,,,,,,,ha ha ha bahasa gaul tuh…..
Comment by fz — June 17, 2007 @ 9:55 pm
Rupanya setiap orang pernah berbuat kesalahan dalam berkomunikasi lewat e-mail. Dan
itu tak masalah. Karena sebelumnya kita tidak tahu bagaimana sebaiknya. Dan saya publish
artikel ini semata-mata untuk memperingatkan saya sendiri. Andai ada yang membaca,
alhamdulillah, berarti apa yang saya kerjakan ini bermanfaat untuk orang lain juga.
Comment by pop_ice — June 18, 2007 @ 3:28 am