FENOMENA…

June 28, 2007

Merahnya Cinta Birunya Rindu I

Filed under: Cerita Bersambung

my heart

Bagian I

Oleh Popon Saadah

Bahwa wanita harus mandiri, dia setuju. Tapi apabila wanita wajib melahirkan anak dari rahimnya sendiri, dia pikir-pikir dulu untuk mengatakan setuju. Jika perempuan seperti dirinya tak kunjung dipercaya oleh Yang Maha Kuasa untuk melahirkan manusia walaupun hanya seorang, apa mau dikata? Satu-satunya yang bisa dia lakukan, berusaha menerima kenyataan. Biarlah tak sempat melahirkan, asal hidupku yang sebenarnya singkat ini bisa lebih bermakna tanpa keturunan, banyak yang harus kulakukan selain melulu memikirkan masalah yang satu ini, pikirnya menghibur diri.
Semula hatinya merasa yakin, dialah satu-satunya wanita yang paling beruntung, bisa bersanding dengan pria pujaan gadis-gadis pada masanya, serta pendamping hidupnya ini sangat sayang dan penuh perhatiaan terhadapnya. Rasanya lengkaplah sudah kebahagiaannya pada waktu itu. Tapi kemudian, setelah keduanya meniti tangga kehidupan asmara dan berhasil mencapai pelaminan, muncul tuntutan sang pujaan. Dia harus memberinya momongan. Setelah perkawinanya lewat beberapa tahun, dalam penantian yang menggelisahkan, dia tak kunjung merasakan adanya tanda-tanda kehamilan. Sebenar-benarnya dia tak berniat membuat kecewa suami kesayangan, karena masalah itu di luar kekuasaannya, tapi kenyataannya suaminya memang merasa dikecewakan.
Dia pernah berjuang keras mewujudkan impian suami untuk bisa mempersembahkan buah cinta, darah dagingnya. Dia banyak membaca berbagai referensi tentang kehamilan, melaksanakan tips-tips untuk bisa hamil, baik yang tradisional maupun yang boleh dibilang modern, terapi pijat pun pernah ia lakukan. Tapi impian suami sekaligus impiannya itu betul-betul hanya sebuah impian. Sejak itu bahtera rumah tangganya oleng. Perahu pun karam ke dasar lautan kehidupan bersama cinta yang telah lama dibina bersama. Suami berani memilih lagi, memilih perempuan yang bisa diharapkan mampu menghadirkan keturunan.
Hanya dengan alasan itu suaminya berpaling? Begitulah, hanya dengan alasan seperti itu. Sadarlah sekarang, dia bukanlah perempuan terpilih seperti anggapannya selama ini. Dia memang kalah, dikalahkan dalam hidup oleh rivalnya yang tentu saja sesama perempuan. (more…)

June 19, 2007

Chatting Sebentar

Filed under: Ungkapan Perasaan

me
Gambar: www.serpong.org

female 39: assalamualaikum
aris_pramudia: Wa’alaikum salam, Kumaha Ibu wartosna, damang?
female 39: alhamdulillah pa aris
female 39: kumaha liburan di lembang teh?
aris_pramudia: Sanes liburan Bu, nuju milarian tempat kanggo rapat kerja. Wah ternyata sesah nya, dugi ka Nov sadayana tos aya anu ngabooking
female 39: oh kitu?
female 39: janten ciosna di mana?
aris_pramudia: Aya sih, cuma ya tempatnya agak seadanya, di Wisma Tamu Balitsa, ciosna bade rapat kerja kaping 11-12 Juli, sasih payun
female 39: di daerah mana?
aris_pramudia: Caket sespimpol, pokona ti lembang mah teras we ka arah maribaya, tempat pas ditungtung pas pengkolan. Eta teh Wisma Tamu Balai Penelitian Tanaman Sayuran
female 39: wah resep atuh nya
female 39: bari refreshing
aris_pramudia: Yah, anu kantun dongkap mah resep, pan biasa anu rada kerja keras mah anu nyiapkeunnana. Yaa, demi temen2 lah teu sawios he4x
female 39: wah hebat dong pa aris (more…)

June 8, 2007

10 Sopan Santun Berkomunikasi melalui E-mail

Filed under: Info Singkat

asyik ber-email
Gambar: www.washington.com

Oleh Nur GD

1. Reformat atau benahi “forwards” Anda
Jika suatu pesan dianggap penting untuk di-forward kepada pihak lain, sempatkan untuk menghapus tanda yang biasanya muncul, seperti tanda “>” atau lainnya. Jika suatu pesan di-fordward masih dalam kondisi “belepotan” karena dipenuhi tanda-tanda tersebut, si penerima pesan bisa mengira Anda sebagai orang yang malas dan kurang menghargai orang lain.

2. Ubah “subject” atau judul e-mail jika topik berubah
Sering terjadi, setelah beberapa kali sering bertukar e-mail, topik pembicaraan berubah dari aslinya, sementara subject atau judul e-mail belum juga diganti. Akan lebih mudah untuk melacak e-mail yang masuk bila subject diubah atau disesuaikan sehingga dapat mencerminkan isi e-mail yang sedang Anda tulis.

3. Hapuslah pesan sebelumnya saat Anda membalas e-mail (reply)
Beberapa program e-mail secara otomatis memunculkan isi e-mail yang terdahulu bila Anda sedang membalas/me-reply. Akibatnya, saat Anda melakukan reply atau membalas e-mail, pesan tersebut ikut terbawa dan begitu seterusnya. Anda harus menghapus seluruh pesan yang masuk kecuali yang benar-benar dianggap perlu.

4. Tahan dan jangan teruskan surat berantai
Tentu Anda akan merasa terganggu dan jengkel ketika seseorang (entah teman atau orang yang tak dikenal) tiba-tiba mengirim Anda sebuah e-mail berisi kisah-kisah inspiratif atau humor, lalu meminta Anda segera meneruskan e-mail kepada 10 teman Anda atau sesuatu yang mengerikan akan menimpa Anda jika pesan itu tidak dikirimkan. Jika Anda saja sudah merasa kesal dan terganggu, tidak ada alasan bagi Anda untuk meneruskan mengirim pesan tersebut kepada teman-teman Anda karena mereka dipastikan akan terganggu dan kesal juga. Jadi, hapus saja pesan tersebut.

5. Hormati “privacy” orang lain
Alamat e-mail termasuk dalam wilayah privacy orang. Bila Anda mengirim e-mail yang sama ke beberapa orang sekaligus, sementara mereka satu sama lain tidak saling mengenal, dianjurkan menggunakan “bbc” atau blind carbon copy agar alamat-alamat e-mail mereka tidak saling diketahui. Bila Anda mengabaikan saran ini, bersiap-siaplah Anda kena komplain saat mereka menerima spam.
(more…)

June 4, 2007

Happy Birthday to You

Filed under: Ungkapan Perasaan

happy birthday

Untuk seseorang di Aussi, mudah-mudahan tahun ini mendapat banyak berkah: sehat, tambah rizki, tambah cucu, tambah teman, tambah…apa lagi ya?






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer