FENOMENA…

November 6, 2006

Perempuan Lebih Baik Mandiri

Filed under: Opini Pribadi

beautifull

Oleh Popon Saadah

Bila dilihat dari judulnya, tulisan ini bukan hendak memberontak terhadap nilai-nilai patriarkhi yang hidup dalam budaya masyarakat Indonesia. Bukan pula sebagai dukungan terhadap aliran Feminisme. Ini hanya sebuah gagasan yang meloncat dari dalam pikiran, ingin berubah bentuk dari abstrak menjadi kongkrit, dari hanya sebuah ide menjadi sebuah tulisan ringan. Sebagai ungkapan rasa solidaritas terhadap kaum perempuan, karena penulis sendiri adalah seorang perempuan.
Wanita dengan segala kelebihan dan segala keterbatasannya, ditakdirkan untuk menjadi mitra laki-laki. Mitra artinya teman, dan arti yang lebih luasnya: sebagai teman, perempuan harus diperlakukan dengan semestinya. Dalam hal ini sangat tidak diharapkan adanya dominasi dari pihak laki-laki. Sebagai teman, perempuan bukan subordinat, dia ada bukan untuk ditindas, dia hadir tidak untuk dieksploitasi. Peribahasa yang sesuai dengan harapan parawanita jika bekerja sama dalam hal apapun dengan pria adalah ringan sama dijinjing berat sama dipikul.
Tapi fenomena di dalam kehidupan nyata berbicara lain. Banyak sudah wanita yang hidupnya menjadi objek pemuas hasrat duniawi laki-laki. Banyak sudah kasus kekerasan yang menimpa diri mereka. Sementara pembelaan dari pihak berwenang dan pemerintah boleh dibilang tidak ada. Penanganan kasus-kasus kriminal terhadap perempuan oleh pihak berwajib hanya yang muncul ke permukaan saja, dan belum tentu tuntas penanganannya. Bagaimana dengan kasus-kasus kekerasan dan pelecehan yang tidak terdeteksi? Mungkin lebih banyak lagi, mengingat situasi dan kondisi politik dan perekonomian Indonesia saat ini masih carut marut, mengingat krisis multidimensi yang berkepanjangan berdampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi bangsa Indonesia, tak terkecuali terhadap hubungan interpersonal masyarakatnya.
Berdasarkan uraian di atas, kaum perempuan sudah seharusnya sadar akan keberadaannya, bahwa ia diciptakan untuk mendampingi laki-laki, sebagaimana dahulu Siti Hawa diciptakan Allah untuk mendampingi Nabi Adam di surga. Kaum wanita menghendaki para pria memperlakukannya sebagaimana Islam menjunjung tinggi hak dan kehormatannya. Para wanita berharap banyak, kaum pria memosisikan dirinya sebagaimana Al Qur’an memberikan pedoman yang lengkap mengenai hal itu. Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa derajat seseorang seimbang dengan amalnya baik perempuan maupun laki-laki.
“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (Qs. Al-An’aam: 132).

Islam juga mengajarkan bagaimana seharusnya seorang suami memperlakukan istrinya.
“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya pahala yang banyak.
Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedang kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka janganlah kamu mengambil kembali dari padanya barang sedikit pun. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan (menanggung) dosa yang nyata?” (Qs. An Nisa’: 19-20).
Demikianlah ajaran Islam menghormati, melindungi, serta menjunjung tinggi hak kaum wanita. Dan sangat disesalkan, kaum Adam yang otoriter terhadap lawan jenisnya tidak tahu atau tidak mau tahu akan hal itu.
Menurut hemat penulis, bila semua wanita ingin mewujudkan harapannya, ingin terbebas dari belenggu kesemena-menaan kaum pria, kuncinya ada di tangan wanita itu sendiri. Pepatah bijak mengatakan bahwa yang paling sayang terhadap diri kita adalah diri kita sendiri.
Berbahagialah para wanita yang memiliki partner yang ideal, yang mengerti akan posisinya sebagai pendamping hidup, yang mengasihinya sepenuh hati lahir dan batin. Partner seperti itu adalah anugerah Allah yang dilimpahkan kepadanya yang tak terhingga nilainya. Tetapi bila seorang wanita mendapat ujian, harus berdampingan dengan pasangan hidup yang berkarakter buruk, bukan tipe penyayang kaum ibunya, bersabarlah. Ambillah langkah antisipasi untuk menolak segala bentuk otoritas serta penindasan dari pasangan kita dengan sikap mandiri, baik mandiri dalam karakter maupun mandiri dalam segi finansial.
Kemandirian bisa meningkatkan kepercayaan diri, bisa menimbulkan respek dari lawan jenis, serta tidak mustahil melahirkan penghargaan berupa perlakuan yang sesuai dengan kedudukan kita sebagai mahluk yang merdeka. Dan sebaliknya, ketergantungan seseorang tehadap orang lain bisa memunculkan perlakuan semena-mena dari orang yang merasa dibutuhkan. Menimbulkan istilah Si Kuat dan Si Lemah. Dan Si Lemah cenderung disia-siakan, ditindas, dianiaya, dilecehkan, dan sebagainya.
Kemandirian wanita terutama dalam hal finasial, memunculkan kekuatan diri dalam menduduki posisi sebagai individu. Dan yang terpenting, kemandirian secara finansial menghindarkan perempuan dari kemungkinan terburuk kehilangan subsidi dan jaminan hidup layak karena ditinggal suami, baik akibat perceraian atau karena suami meninggal dunia. Kemandirian wanita dalam hal finansial menyelamatkan anak-anaknya dari kesia-siaan hidup akibat ulah seorang ayah yang tak bertanggung jawab.
Oleh karena itu perempuan lebih baik mandiri!

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://poponsaadah.blogsome.com/2006/11/06/perempuan-lebih-baik-mandiri/trackback/

  1. kita memang harus mulai merubah kebiasaan dari membaca dan mendengar ke menulis sehingga akan tampak dari tulisan yang kita buat seberapa mandiri kita ini

    Comment by poponsaadah — November 17, 2006 @ 2:24 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer