FENOMENA…

November 30, 2006

Ruang Rindu

Filed under: Melirik Tembang

rindu berat

By: Letto

Di daun yang itu mengalir lembut
terbawa senandung ujung mata
dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rindu yang sesakkan dada

Jalanku hampa dan kusentuh dia
terasa hangat oh di dalam hati
kupegang erat dan kuhalangi waktu
tak urung jua kulihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan slalu kuingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
kusaat itu takut mencari makna
tumbuhkan rasa yang sesakkan dada

Kau datang dan pergi oh begitu saja
semua kutrima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu

November 18, 2006

Surat Terbuka Penn kepada Bush

Filed under: Opini Pribadi

buah tangan Penn

Selamat pagi Mr. Bush.
Seperti anda, saya adalah seorang ayah dan warga Amerika. Dan seperti anda, saya menganggap diri sebagai patriot. Seperti anda pula, saya dihantui beragam peristiwa tahun-tahun terakhir ini, yang mencemaskan keluarga dan negara saya.
Bagaimana pun saya tidak percaya begitu saja terhadap pandangan sempit dan picik tentang baik dan buruk. Saya hanya yakin bahwa bumi ini sungguh besar, yang dipenuhi lelaki, perempuan, dan anak-anak yang berjuang untuk makan, mencintai, bekerja, dan melindungi keluarga, keyakinan serta impian mereka.
Ayah saya seperti bapak anda, adalah pahlawan perang Dunia II. Beliau mendidik saya dengan kepatuhan mendalam terhadap konstitusi dan Bill of rights (pernyataan tentang hak-hak asasi manusia –Red), yang harus dipatuhi segenap warga Amerika yang mau berkorban untuk menjaganya, dan seluruh manusia, sebagai persoalan prinsip. (more…)

November 16, 2006

Ucapan Selamat

Filed under: Ungkapan Perasaan

wilujeng

SELAMAT MENUNAIKAN RUKUN ISLAM YANG KELIMA, FZ. SEMOGA MENJADI HAJI MABRUR.

November 10, 2006

Menajamkan Akal dengan Menulis, Kenapa Tidak?

Filed under: Opini Pribadi

pencils

Oleh Popon Saadah

Manusia adalah makhluk yang kaya, sebab memiliki sesuatu yang sangat berharga yang tidak dimiliki oleh mahluk lain. Sesuatu yang berharga itu bernama akal. Dengan akalnya manusia dapat mencapai derajat paling mulia, sehingga ia layak dan mampu menjadi khalifah di muka bumi. Dengan akalnya pula manusia bisa survive, mempertahankan “spesiesnya” dengan beranak pinak, serta terus menerus melakukan pengembaraan di dunia sampai tiba saatnya memasuki gerbang kepastian: kematian.
Sangatlah disayangkan apabila akal kita, benda abstrak yang tak terhingga nilainya itu, yang terletak di bagian paling atas tubuh kita ini terabaikan, tidak digunakan untuk berpikir, serta tidak dimanfaatkan untuk kemaslahatan kita selama hidup di alam fana. Mengabaikan fungsi akal sama dengan menyia-nyiakan anugerah Allah. Meremehkan keberadaan akal tak ada bedanya dengan menyia-nyiakan sebuah keistimewaan.
Akal bersemayam di dalam otak. Dan diketahui bahwa otak adalah sebuah organ tubuh manusia yang mempunyai kemampuan kapasitas visual, audio, matematis, analitis, dan psikis yang mengagumkan. Dengan demikian otak diibaratkan mega komputer dalam kepala. Namun, sehebat apa pun keberadaan otak dan fungsi akal manusia, bila tidak digunakan secara optimal, bak pisau yang jarang digunakan dan lebih sering disimpan, sudah pasti akan tumpul bahkan mungkin berkarat. Jika akal kita sudah seperti pisau karatan keadaannya, tak ada hal yang istimewa lagi dalam diri kita. Oleh karena itu otak perlu diasah dan dilatih demi kecemerlangan akal. Banyak cara yang bisa ditempuh untuk menajamkannya. Tergantung kepada jenis intelegensia yang dimiliki oleh masing-masing individu. Untuk orang yang mempunyai intelegensia linguistik, metode menajamkan pikirannya bisa dengan cara menulis kreatif. (more…)

November 6, 2006

Perempuan Lebih Baik Mandiri

Filed under: Opini Pribadi

beautifull

Oleh Popon Saadah

Bila dilihat dari judulnya, tulisan ini bukan hendak memberontak terhadap nilai-nilai patriarkhi yang hidup dalam budaya masyarakat Indonesia. Bukan pula sebagai dukungan terhadap aliran Feminisme. Ini hanya sebuah gagasan yang meloncat dari dalam pikiran, ingin berubah bentuk dari abstrak menjadi kongkrit, dari hanya sebuah ide menjadi sebuah tulisan ringan. Sebagai ungkapan rasa solidaritas terhadap kaum perempuan, karena penulis sendiri adalah seorang perempuan.
Wanita dengan segala kelebihan dan segala keterbatasannya, ditakdirkan untuk menjadi mitra laki-laki. Mitra artinya teman, dan arti yang lebih luasnya: sebagai teman, perempuan harus diperlakukan dengan semestinya. Dalam hal ini sangat tidak diharapkan adanya dominasi dari pihak laki-laki. Sebagai teman, perempuan bukan subordinat, dia ada bukan untuk ditindas, dia hadir tidak untuk dieksploitasi. Peribahasa yang sesuai dengan harapan parawanita jika bekerja sama dalam hal apapun dengan pria adalah ringan sama dijinjing berat sama dipikul. (more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer