FENOMENA…

July 4, 2009

Saat Proses Kreatifku Berhenti Sampai di Situ

Filed under: Curhat

Ada perasaan bingung ketika menghadapi teman-teman yang hobynya bertanya seperti ini, “Mana karya barunya?” Atau “Ditunggu cerpen barunya!” Atau “Kenapa tak pernah kelihatan lagi karyanya mejeng di majalah?” Pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya bingung, karena tak tahu harus menjawab apa. Jangankan mereka, saya pun tak henti-hentinya bertanya pada diri sendiri, kapan ya saya bisa mengawinkan lagi alat tulis dan imajinasiku seperti dulu?
Sebenarnya bila mau jujur, banyak sekali faktor yang menjadi penghambat kreatifitasku itu. Di antaranya adalah konsentrasiku yang terlalu fokus pada kegiatan “main-mainku” di cyber di samping pekerjaan-pekerjaan yang lumayan menyita waktu. Tapi faktor penghambat yang lebih prinsip adalah pemikiranku yang sudah sampai pada level tidak puas dengan karya yang ada. Ini berkaitan erat dengan hobyku membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer serta karya-karya sastrawan Sunda yang bernama besar. “Menggauli” karya-karya mereka ternyata ada dampaknya juga, saya jadi merasa ciut dan rendah diri. Apalah artinya karya yang telah saya tulis dibandingkan dengan karya-karya masterpiece mereka. Setelah itu timbullah dalam diriku sifat tak percaya diri. Setiap draft tulisan yang kugoreskan akhir-akhir ini selalu kelihatan buruk di mataku, tak berbobot, dan serasa melihat makanan yang bernama kerupuk, ringan tanpa beban, sekali kunyah bisa pudar oleh air liur dan langsung tertelan. Sedangkan obsesiku adalah: tanganku sendiri harus menghasilkan tulisan-tulisan bertema besar dan berat, atau paling tidak bisa memberi pencerahan kepada setiap orang yang membacanya. (more…)

April 27, 2009

Delman Domba

Filed under: Sisi Lain

Oleh Popon Saadah

Ketika mengunjungi pasar kaget Pemkot Cimahi pada hari Minggu, saya tertarik dengan satu kendaraan unik yaitu delman domba. Sungguh di luar kebiasaan. “Profesi” yang biasanya dijalani oleh binatang yang bernama kuda, kali ini dilakukan oleh seekor domba. Tapi bukan berarti para kuda pensiun dari tugasnya, sebab delman yang ditarik kuda pun di pasar ini masih cukup banyak. Ternyata delman domba di pasar kaget ini hanya ada satu, yaitu delman domba milik Pak Junaedi (60), penduduk Jalan Ciawi Tali, Citeureup, Cimahi Utara. Lalu saya mengajaknya berbincang-bincang di saat dia sedang beristirahat sambil menunggu muatan.

(more…)

April 20, 2009

Kartini Masa Kini

Filed under: Sisi Lain

Oleh Popon Saadah


Menata Olahan

Seandainya kita menganggap R.A Kartini adalah sosok yang tetap hidup dalam benak wanita Indonesia, dan seolah-olah selalu hadir terutama pada setiap peringatan hari kelahirannya, beliau boleh berbangga, di era globalisasi ini banyak sudah generasi penerusnya yang meraih sukses di segala bidang. Semua profesi yang menjanjikan sudah bisa diduduki kaum perempuan. Di negeri ini, seorang wanita pernah menjabat sebagai presiden, sebagai mentri, menjadi anggota legislatif, insinyur, dokter, wanita pengusaha, serta profesi yang membanggakan lainnya.
Tapi R.A Kartini juga dipastikan merasa prihatin, sebab harapannya mengangkat derajat kaum perempuan dari keterpurukan hidup akibat kebodohan, tidak sepenuhnya berhasil. Tengok saja para wanita yang sampai saat ini masih belum dapat mengenyam pendidikan yang layak karena terbentur masalah biaya. Masalah lain, begitu banyak kaum perempuan yang belum merdeka secara pribadi. Masih sering terdengar oleh kita perihnya nasib perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, diceraikan secara sepihak oleh suaminya, dilecehkan, diintimidasi, dan sebagainya. (more…)

April 13, 2009

Menggarap Tanah Kesayangan

Filed under: focus


Nengok dulu akh…


Kerja lagi akh!!


Pegel juga jongkok terus!


Hari semakin siang.

(more…)

March 9, 2009

Pada Hari Itu …

Filed under: Curhat

Selasa, 3 Maret 2009. Bisa dipastikan keadaan hati dan pikiranku sangat mirip dengan keadaan hati dan pikiran suamiku. Gejolak rasa gelisah sangat mengganggu jiwa kami pada saat ini. Sebab nanti, beberapa jam lagi suami akan menjalani operasi, operasi batu di dalam empedu.
Dalam suasana ketidak tenangan kalbu itu kulirik dia yang berada di sebelahku. Wajahnya terlihat tegang. Mulutnya sudah sejak tadi pagi mengunyah do’a. Sebentar-sebentar kepalanya mendongak atau menengok ke arah pintu keluar, menunggu dengan harap-harap cemas seorang perawat menjemputnya. Ternyata kegelisahan cukup lama juga menyiksa batin kami berdua. Dengan begitu aku dan suami mencoba keluar dari kamar untuk sekedar menghirup udara segar, mengurangi kecepatan tidak normal irama jantung kami yang selalu berdebar-debar. (more…)

February 28, 2009

Bulan Kesedihan

Filed under: Curhat

Bulan Februari tahun ini adalah bulan kesedihan untuk keluargaku. Bagaimana tidak, di bulan ini suamiku harus berlama-lama menginap di sebuah rumah sakit. Dia menderita sakit yang sangat hebat di bagian perut sebelah kiri.
Ketika suatu malam dengan tiba-tiba penyakit suami kambuh, dia mengerang kesakitan seperti tak tertahankan. Saya panik. Kemudian pada dini hari, Selasa 17 Februari, ditemani anakku yang nomer dua, saya mengantarnya ke bagian gawat darurat rumah sakit Dustira Cimahi. Akhirnya dengan pemberian obat yang terus menerus berupa infus dan obat-obatan yang ditelan, penderitaannya bisa dikurangi sedikit demi sedikit. Permintaanku pada dokter yang memeriksanya waktu itu, lebih baik suamiku menjalani rawat inap saja.

Dia ditempatkan di paviliun Mawar. Cukup nyaman untuk seseorang yang tengah menjalani perawatan intensif. Jendela di kamar ini bisa dibuka lebar-lebar dan menghadap ke jalan raya yang jaraknya terhalang oleh taman dan tempat parkir. Udara segar dan sinar mentari selalu menyapa kami dengan sangat ramah, apalagi di pagi hari. (more…)

February 11, 2009

Candi Prambanan

Filed under: Pariwisata

Candi Loro Jonggrang yang sering disebut Candi Prambanan terletak persis di perbatasan propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan propinsi Jawa Tengah, kurang lebih 17 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta, atau kurang lebih 53 km sebelah barat Solo.
Komplek percandian Prambanan ini masuk ke dalam 2 wilayah, yakni komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian Timur masuk wilayah Jawa Tengah. Percandian Prambanan berdiri di sebelah timur sungai Opak, kurang lebih 200 m sebelah utara jl. Raya Yogya-Solo.
Candi Prambanan adalah kelompok percandian Hindu yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung, berdasarkan prasasti berangka tahun 856 M.

Komplek percandian Prambanan terdiri atas latar tengah dan latar atas (latar pusat) yang makin ke arah dalam makin tinggi letaknya. Berturut-turut letaknya: 390 meter persegi, 222 meter persegi, dan 110 meter persegi. Latar bawah tak berisi apa pun. Di dalam latar tengah terdapat reruntuhan candi-candi Perwara.
Apabila seluruhnya telah selesai dipugar, maka akan ada 224 buah candi yang ukurannya semua sama, yaitu luas dasar 6 meter persegi dan tingginya 14 meter. Latar pusat adalah latar terpenting, di atasnya berdiri 16 buah candi besar dan kecil. Candi-candi utama terdiri atas 2 deret yang saling berhadapan. Deret pertama yaitu Candi Siwa, Candi Wisnu, dan Candi Brahma. Deret kedua, Candi Nandi, Candi Angsa, dan Candi Garuda. Pada ujung-ujung lorong yang memisahkan kedua deretan candi tersebut terdapat Candi Apit. Delapan candi lainnya lebih kecil. Empat di antaranya Candi Kelir, dan empat lainnya disebut Candi Sudut. Secara keseluruhan percandian ini terdiri atas 240 buah candi.

Disarikan dari berbagai sumber.

February 3, 2009

Gua Jatijajar

Filed under: Pariwisata

Gua Jatijajar adalah gua alam kapur yang sangat tua, terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Dati II Kebumen.
Gua ini terbentuk dari batu kapur dan ditemukan oleh Djajamenawi, seorang petani yang memiliki tanah di atas gua tersebut pada 1802. Ia terjatuh ke suatu lubang, ternyata lubang itu adalah lubang ventilasi dari langit-langit gua tersebut. Lubang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi lubang 24 meter.

Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat stalagmit dan juga pilar atau tiang kapur, yaitu pertemuan antara stalaktit dengan stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Sistem perguaan berkembang pada lapisan batu gamping yang berumur miosen tengah. Di dalam gua dapat dijumpai fosil-fosil seperti Lepidocyclina sumatrensis Brady, L. elegans Tan dan Cycloclypeus annulatus Martin. Fosil-fosil tersebut menunjukkan umur batuan, juga sekaligus mencirikan lingkungan asalnya, yaitu laut dangkal yang mempunyai kedalaman 60 meter. (more…)

February 1, 2009

Bernarsis Ria

Filed under: focus

Jatijajar, 27 Januari 2009
(more…)

January 22, 2009

Anakku

Filed under: Profil Sahabat

Negara sedang mengalami awal krisis moneter, ketika saya harus mengandung janinnya. Kemudian dia lahir bersamaan dengan reformasi, tahun 1998.
Ketika usia kandunganku menginjak bulan ke sepuluh, tepat saat berkumandang adzan subuh, dia hadir ke pangkuanku dengan berat bersih 4 kg. Cukup sulit untuk mengeluarkannya dari rahimku, sebab si janin sudah berubah menjadi bayi yang lumayan besar. Bila proses persalinan ini berlangsung di rumah sakit, ada kemungkinan saya harus menjalani operasi cessar. Tapi karena saya memilih tempat bersalin di bidan, upaya yang dilakukan oleh kami diusahakan sealamiah mungkin. Dan saya berharap ini adalah persalinan yang terakhir. Saya rasa cukuplah dua kali saja saya merasakan begitu susah payahnya melahirkan itu.
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, hingga tahun demi tahun, saya lalui dengan bahagia karena kehadirannya. Tak terasa sekarang Si Bungsu sudah kelas 5 SD. Entah karena dia anak yang lahir paling akhir, entah karena orang tuanya secara sadar dan tidak sadar memperlakukannya sedemikian rupa, hingga dia banyak bergantung pada ibu dan ayahnya. Dia tak biasa ditinggal pergi lama-lama, serta kurang mandiri. Dan entah kenapa menghadapi si kecil ini hati saya dan suami sering luluh, tak bisa tegas-tegasan dalam mendidiknya.



(more…)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer